Dalam hadits seperti yang telah disebutkan diatas demikian:
"Dikala itu lalu ditiuplah sangkakala yang pertama lalu matilah seluruh makhluk yang ada."
Dengan tiupan yang pertama itu terjadilah kejutan dahsyat karena bumi dan gunung terangkat kemudian terbenturlah sekali bentur.
"Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah (rusak)." (QS.96, Al-Haqaqah:13-16)
Untuk saat-saat yang mengerikan ini al ustadz Bey Arifin mengungkapkan dalam "HIDUP SESUDAH MATI" demikian:
Dikala keadaan manusia tiba dipuncak kebobrokan, kerusakan, kekufuran dan kekejaman itu, lalu Allah memerintahkan malaikat Israil meniup sangkakala atau trompet-trompet besar yang terdengar dari timur sampai ke barat, bahkan sampai ke ruang angkasa sekalipun. Disaat itu bumi lalu berguncang sehebat-hebatnya, gunung-gunung beterbangan meletus menjadi abu, air lautan bergulung-gulung (tidak teratur lagi jalannya). Terjadi letusan, dibumi, dilangit, dan dimana saja. Terjadi kilat yang luar biasa tajamnya sehingga membutakan segala mata. Hati dan jantung berdebar dan remuk, mata merem ketakutan.
Terjadilah kematian total yang serentak bagi makhluk seluruhnya. Mati semua manusia, mati semua malaikat, mati semua jin dan iblis, mati semua binatang dan tumbuhan,, mati semua bintang dan planet (tak beredar lagi), mati segala angin (tidak berhembus lagi), mati semua air dan lautan, tidak ada riak dan gelombang lagi, mati segala-galanya. Yang tetap hidup hanya Dzat Allah Yang Maha Hidup dan tidak akan mati-mati selamanya. Dan yang terakhir sekali matinya ialah malaikat Israfil yang meniup trompet dan kemudian itu malaikat maut sendiri.
Dengan tiupan sekali tiup itu maka goncangan bumi sekeras-kerasnya, sehingga isi yang dikandungnya yang berupa lahar, batu-batu, air dan lain sebagainya yang banyak mengandung racun semua dimuntahkan.
"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya yang dahsyat, Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya). Dan manusia bertanya; Mengapa bumi (jadi begini)." (QS.99, Al-Zalzalah:1-3)
"Apabila bumi digoncangkan seahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan." (QS.59, Waqi'ah:3-6)
Dengan tiupan trompet pertama para manusia lari tidak karuan dalam sekarat untuk menemui ajalnya, mereka bagi kupu-kupu yang beterbangan, dan gunung-gunung pun bagai bulu yang dihamburkan.
"Hari kiamat, Tahukah kamu apakah hari kiamat itu, Pada hari itu manusia adalah bagai anai-anai yang beterbangan, Dan gunung-gunung bagai bulu yang dihamburkan." (Al-Qari'ah:1-5).
Dengan tiupan trompet yang pertama mata jadi terbelalak ketakutan, matahari dan bulan dikumpulkan, dan para manusia mencari tempat berlindung lari kian kemari.
"(Hari kiamat) maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: 'kemana tempat lari', sekali-kali tidak ada tempat berlindung, hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali." (QS.75, Al-Qiyamah:7-12).
Hadits Rasulullah SAW berbunyi:
"Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW. beliau bersabda: 'Matahari dan bulan itu dilipat (digulung) pada hari kiamat."
Setelah selesai tiupan sangkakala yang pertama dan kedua semua makhluk telah mati, dunia telah binasa dan hancur, hanya Allah yang Maha Hidup, alampun menjadi sepi hening tiada satupun gerak dan bunyi yang terdengar. Allahu Akbar, "Engkau Maha Agung Ya Allah, kami tidak tahu saat-saat yang sunyi itu."
Dalam sebuah keterangan, maka kesepian ini berlangsung kira-kira 40 tahun lamanya. Namun Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah SAW menerangkan lamanya masa sunyi itu 40, tapi beliau lupa apa 40 hari, 40 bulan atau 40 tahun (hanya Allah Yang Maha Tahu rahasia besar ini).
Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW. sabdanya:
"Jarak antara dua kali tiupan sangkakala itu lamanya ada empat puluh"
para sahabat bertanya: "Hai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari?"
Ia menjawab: "Saya tidak tahu."
Mereka bertanya pula: "Apakah empat puluh bulan?"
Ia menjawab: "Saya tidak tahu."
Sekali lagi mereka bertanya: "Apakah empat puluh tahun?"
Ia menjawab: "Saya tidak tahu."
Kemudian pada uraian yang ditulis Al-Ustadz Bey Arifin halaman 134 dan 135 buku HIDUP SESUDAH MATI disebutkan bahwa sangkakala itu ditiup tiga kali tiupan.
"Tiupan yang pertama ialah yang menyebabkan kekagetan seluruh isi alam. Manusia, binatang-binatang, jin dan Malaikat-malaikat terkejut, kaget dan panik, bumi dan gunung-gunung goncang dan pecah belah sampai menjadi debu, sedang matahari, bulan dan bintang menjadi kacau balau tidak karuan jalannya."
Firman Allah surat An-Naml 87:
"Dan (ingatlah) hari yang ditiup sangkakala, lalu terkejutlah mereka yang ada di langit dan mereka yang ada dibumi kecuali orang-orang yang dikehendak Allah dan tiap-tiap waktu akan datang kepada-nya (Allah) dengan merendahkan diri."
Dalam ayat tersebut ada yang tidak terkejut, yaitu orang-orang yang dikehendaki Allah, dan siapakah orang-orangnya? Menurut hadits yang dikecualikan itu ialah roh para syuhada dan beberapa malaikat.
Tiupan yang kedua ialah yang menjadikan segala makhluk hidup menjadi mati serentak. Yaitu tiupan yang menyebabkan kematian total dilangit dan dibumi, tiupan yang menyebabkan terjadinya kiamat.
Firman Allah surat Az-Zumar 68:
"Dan ditiup sangkakala lalu matilah semua isi langit dan isi bumi kecuali orang yang dikehendaki Allah."
Menurut hadits yang dirriwayatkan oleh Ibnu Juraij dari Abu Hurairah ra diterangkan bahwa sesudah Malaikat Israfil meniup sangkakala, dan seluruh isi langit dan bumi mati serentak. Maka Malaikat maut melaporkan kepada Allah: "Ya Allah, yang masih hidup hanya Engkau, karena Engkau Dzat yang Maha Hidup. Berdiri Sendiri, tidak akan mati selamanya, dan yang masih hidup pula ialah Malaikat-malaikat Hamalatul Arsyi (yang mendukung Arsyi), begitu juga Jibril, Mikail dan Aku". Maka Allah memerintahkan, "Matikanlah Jibril dan Mikail". Maka matilah Jibril dan Mikail. Allah lalu memerintahkan lagi, "Matikanlah semua Hamalatul Arsyi". Maka mati pulalah seluruh Halamatul Arsyi. Lalu Allah memerintahkan kepada Arsyi untuk mencabut sangkakala dari tangan malaikat Israfil. Lalu Allah memerintahkan, "Matikanlah Israfil". lalu Malaikat maut mendatangi Allah, berkata: "sudah mati semua, yang masih hidup hanya Engkau Dzat yang tetap hidup, dan juga saya". Berkata Allah: "Engkau adalah salah satu dari segala makhluk-Ku, maka engkau harus mati". Maka matilah Malaikat Maut.
Maka disaat itu hanya Allah saja yang tetap hidup dan akan hidup terus. Maka disaat itu Allah gulunglah langit dan bumi seperti gulungan kertas (surat Al-Anbiya 104 dan Az-Zumar 67).
Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Pertanyaan ini diulangi Allah sampai 3 kali. Karena tidak ada yang menjawab, lalu Allah menjawab sendiri untuk diri-Nya sendiri pula dengan berkata: "Seluruh kekuasaan hari ini dipegang Allah (untuk Allah) Yang Maha Tunggal, Lagi Maha Perkasa." (surat Mu'min ayat 16)
Di saat bumi berganti dengan bumi yang baru, begitu juga langit-langit (bintang-bintang dan planet-planet). Bumi keadaannya datar sesayup mata memandang, tidak ada yang menanjak dan menurun, tidak ada tanda apapun juga, warnanya putih dan bersih (hadits). Maka disaat itu ditiuplah sangkakala yang ketiga kalinya, yang terakhir.
Tiupan yang ketiga kalinya inilah yang menyebabkan hidup kembali semua makhluk yang pernah hidup di langit dan di bumi yang sudah mati seluruhnya itu. Hidup kembali semua manusia, semua jin dan iblis, semua malaikat . Dan menurut sebagian ulama, juga seluruh binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Firman Allah surat Az-Zumar 68:
"Kemudian ditiuplah sangkakala sekali lagi, tiba-tiba semua makhluk kembali hidup, berdiri menunggu."
Surat Yasin 51:
"Dan ditiup sangkakala tiba-tiba mereka (bangkit) dari kubur, dan akan bersegera kepada Tuhan mereka."
Maka dengan tiupan ketiga inilah terwujudnya suasana kebangkitan yaitu bahwa semua makhluk yang mati akan hidup kembali untuk menerima amalnya masing-masing sehingga sampai kepada keputusan terakhir, masuk surga atau dimakan api neraka buat selama-lamanya.
Artikel Menarik Lainnya:
- Mula-mula Yang Terjadi
- Pengertian Kiamat
- Kiamat Pasti Terjadi
- Hanya Allah SWT yang Tahu Saat Kiamat
- Balasan Bagi Yang Mendustakan Hari Kiamat
- Wajib Percaya Kepada Hari Kiamat
- Hikmah Memperhatikan Hari Kiamat
- Menutup Aib dan Meringankan Kesukarannya
- 3 Orang Yang dimusuhi Allah dihari Kiamat
- Orang Yang Tak Dinilai Sama Sekali Amalnya
No comments:
Post a Comment