Kiranya tiada kata yang lebih menakutkan bagi manusia kecuali berbunyi MATI atau KIAMAT.
Mengapa kata itu demikian menyeramkan, menggetarkan dan mencemaskan perasaan? Sebabnya antara lain karena manusia merasa betah hidup di dunia lebih-lebih bagi mereka yang serba ada.
Orang beriman wajib meyakini bahwa kiamat pasti terjadi, sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT, dalam Al-Qur’an SuratAl-Mu’min ayat 59, yaitu terjemahannya;
“Sungguh kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan padanya, akan tetapi
Tentang datangnya hari kiamat tidak ada seorangpun yang mengetahui kendati pun itu para Nabi dan Rasul Allah, sebab itu merupakan rahasia Allah sendiri.
Adapun maksud dirahasiakan yaitu agar manusia senantiasa berjuang dan berlomba-lomba memperbanyak amal shalehnya buat bakal
Beriman kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang ke enam, oleh karenanya merupakan bagian yang utama dalam aqidah yang harus betul-betul ditanamkan dalam hati setiap manusia yang sudah berikrar dengan dua kalimat syahadat.
Orang yang telah berikrar kepada Allah dengan mengucap syahadat berarti telah mengikat perjanjian dengan Allah bahwa Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, ditaati segala perintah-Nya dan dijauhi segala larangan-Nya.
Walau bakal amal-amalnya sebab berbuat baik kepada sesama manusia, tapi jika dia kufur kepada ayat-ayat Allah, tidak suka melaksanakan segala perintah-Nya dan enggan meninggalkan apa-apa yang dilarang-Nya, maka sia-sialah amal-amal itu, tiada nilai sama sekali oleh Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW: “Allah mengutuk tujuh makhluk-Nya dari atas langit yang tujuh, dan Allah mengulang-ulangi kutukan itu satu daripadanya sebanyak tiga kali. Dan Allah mengutuk tiap satu daripadanya dengan kutukan yang sempurna."