Waktu Berbangkit, Manusia bagai bangun dari mimpi

   Tatkala manusia bangkit dari alam kuburnya dan anggota tubuhnya telah kembali kepada bentuk semula, demikian pula pikirannya yang masih penuh dengan perasaan keanehan-keanehan bagai baru bangun dari mimpi, keadaannya ada yang bermuka berseri-seri dan ada pula yang bermuka biru muram. Pada hadits yang akan dicantumkan nanti di belakang disebutkan bahwa manusia yang bermuka penuh cahaya adalah mereka yang suka berwudhu dengan baik dan sempurna. Sebaliknya manusia yang bermuka biru muram adalah manusia yang berdosa sebagaimana keterangan ayat Al-Qur'an.

"(Kiamat) yaitu di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala, dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram." (QS:20, Thaha:102).

  "Betulkah kita kemarin hidup di dunia cuma sepuluh hari saja?."
 Pada ayat selanjutnya (Thaha-103) disebutkan bahwa manusia-manusia yang termasuk bernasib baik, begitu bangun dari kematiannya mereka saling berbisik dan saling tanya dengan sesama temannya.

 "Mereka berbisik-bisik di antara mereka: kamu tidak berdiam (di dunia) hanyalah sepuluh (hari)." (QS:20, Thaha:103).

   Manusia yang agak sempurna akal pikirannya (Al Aqilul Kamil) berkata "Kita kemarin hidup di dunia hanya sebentar saja" yakni sehari:
"...Ketika berkata orang yang paling lurus jalannya (orang yang agak lurus pikirannya karena amalnya) di antara mereka" Kami tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja." (QS:20, Thaha:104).

   Memang benarlah demikian, bahwa kehidupan di dunia yang fana itu hanya se'detik saja, cepat dan singkat sehingga Rasulullah pun mengisyaratkan bagai jarak antara dua jari saja.

Tidak sempat bertobat.
   Karena di akhirat bukan hari beramal tapi di sana adalah tempat menerima balasan amal, maka manusia yang sewaktu hidupnya berlumuran dosa dan tidak mau tobat, pada saat ini ternyata mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat, walau mereka minta sambil menangis dan mengeluarkan air mata darah.

 "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (QS:30, Ar-Rum:57).

No comments:

Post a Comment